1. Adanya kebutuhan organisasi profesi dalam mengembangkan pengetahuan & ketrampilan anggotanya di bidang teknologi laboratorium kesehatan, baik secara nasional, regional, maupun internasional menjadi salah satu dasar dibentuknya Learning Center di kota DKI Jakarta (Terlampir)
2. Learning Center ini juga diharapkan menjadikan ATLM (Ahli Teknologi Laboratorium Medik) dan Petugas Laboratorium lainnya menjadi lebih mandiri, dapat bekerja secara profesional, sertamemiliki daya saing secara international sesuai dengan Visi Patelki saat ini.
3. Jadi adanya Learning Center ini diharapkan dapat menjadi pilot project bagi terbentuknya Learning Center-Learning Center lainnya di kota kota di seluruh Indonesia dengan mempersiapkan Petugas Laboratorium Medik yang berpengalaman untuk mulai dibekali dalam TOT (Training of Trainer) pada saat pembekalan mentormentor dalam mendukung suatu program workshop ilmiah dan membentuk kelompok diskusi ilmiah untuk membedah dan membahas kasus-kasus yang selama ini sering terjadi di LaboratoriumKlinik bekerja sama dengan dokter/tenaga ahli terkait.
4. Program Learning Center ini diawali dengan mengirimkan angket ke seluruh anggota organisasi profesi di wil DKI Jakarta pada tanggal 15 Agustus 2016 untuk mendata seberapa besar kebutuhan anggota terhadap kompetensi dasar Personel Laboratorium dalam menguasai bidang Teknis dan Managemen suatu Laboratorium Klinik, meliputi:
a) Bidang Teknis: Pitfall Urine Rutin, Hematologi Rutin, Kimia Rutin, Quality
Control, Validasi Hasil, Mikroskopis TB, Mikroskopis Malaria
b) Bidang Managemen: Akreditasi Laboratorium Klinik, Managemen
Laboratorium
Diharapkan kebutuhan akan kompetensi dasar Personel Laboratorium ini
dapat mulai terpenuhi di tahun 2017 ini sesuai dengan kalender seminar dan
Workshop yang dilaksanakan LCI di Jakarta
5.Tanggal 9 Oktober 2016, Learning Center Indonesia dilantik dan dikukuhkan dengan pemberian Surat Keputusan/SK oleh Ketua organisasi profesi pada seminar ilmiah di RS Royal Progres Sunter
6. Adanya kebutuhan kompetensi Personel Laboratorium ini mendorong Learning Center juga untuk bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto dalam persiapan dan pembuatan kurikulum/modul sebagai bahan ajar untuk menstandarkan program pelatihan dan materi pembelajaran.
3. Jadi adanya Learning Center ini diharapkan dapat menjadi pilot project bagi terbentuknya Learning Center-Learning Center lainnya di kota kota di seluruh Indonesia dengan mempersiapkan Petugas Laboratorium Medik yang berpengalaman untuk mulai dibekali dalam TOT (Training of Trainer) pada saat pembekalan mentormentor dalam mendukung suatu program workshop ilmiah dan membentuk kelompok diskusi ilmiah untuk membedah dan membahas kasus-kasus yang selama ini sering terjadi di LaboratoriumKlinik bekerja sama dengan dokter/tenaga ahli terkait.
4. Program Learning Center ini diawali dengan mengirimkan angket ke seluruh anggota organisasi profesi di wil DKI Jakarta pada tanggal 15 Agustus 2016 untuk mendata seberapa besar kebutuhan anggota terhadap kompetensi dasar Personel Laboratorium dalam menguasai bidang Teknis dan Managemen suatu Laboratorium Klinik, meliputi:
a) Bidang Teknis: Pitfall Urine Rutin, Hematologi Rutin, Kimia Rutin, Quality
Control, Validasi Hasil, Mikroskopis TB, Mikroskopis Malaria
b) Bidang Managemen: Akreditasi Laboratorium Klinik, Managemen
Laboratorium
Diharapkan kebutuhan akan kompetensi dasar Personel Laboratorium ini
dapat mulai terpenuhi di tahun 2017 ini sesuai dengan kalender seminar dan
Workshop yang dilaksanakan LCI di Jakarta
5.Tanggal 9 Oktober 2016, Learning Center Indonesia dilantik dan dikukuhkan dengan pemberian Surat Keputusan/SK oleh Ketua organisasi profesi pada seminar ilmiah di RS Royal Progres Sunter
6. Adanya kebutuhan kompetensi Personel Laboratorium ini mendorong Learning Center juga untuk bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Ciloto dalam persiapan dan pembuatan kurikulum/modul sebagai bahan ajar untuk menstandarkan program pelatihan dan materi pembelajaran.